
Ilustrasi kartu Simpati. (Istimewa).
JawaPos.com - Isu kuota internet yang hangus sempat menjadi perbincangan publik, terutama setelah gugatan konsumen terhadap praktik tersebut masuk ke Mahkamah Konstitusi (MK). Di tengah sorotan itu, Telkomsel melalui brand prabayar Simpati memperkenalkan fitur Akumulasi Kuota, yang memungkinkan sisa kuota utama pelanggan dibawa ke bulan berikutnya.
Fitur ini memberi opsi baru bagi pelanggan prabayar yang selama ini kerap merasa dirugikan karena kuota tidak terpakai sepenuhnya dalam satu periode. Dengan mekanisme akumulasi, pemakaian data menjadi lebih fleksibel dan selaras dengan pola konsumsi internet yang tidak selalu konstan setiap bulan.
VP Simpati Product Marketing Telkomsel, Adhi Putranto, mengatakan fitur tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan pelanggan yang menginginkan manfaat kuota lebih optimal. Menurutnya, pelanggan kini bisa memilih paket dengan sistem akumulasi atau paket reguler tanpa akumulasi, tergantung preferensi dan anggaran.
Seluruh paket bulanan Simpati mulai dari 3 GB hingga 13 GB dengan masa aktif 30 hari, telah mendukung akumulasi kuota. Selain data internet, paket ini juga menawarkan pilihan manfaat digital seperti hiburan, musik, gim, edukasi, belanja, hingga proteksi digital.
"Paket tersedia melalui aplikasi MyTelkomsel, UMB *363#, dan mitra resmi Telkomsel," kata Adhi melalui keterangannya.
Di sisi lain, Telkomsel tetap mempertahankan sejumlah paket non-akumulasi seperti Super Seru, Internet Sakti, dan Combo Sakti sebagai alternatif harga yang lebih terjangkau. Untuk kebutuhan harian, tersedia pula Paket Serbu dari Simpati yang menyasar pengguna dengan kebutuhan internet jangka pendek.
Secara mekanisme, akumulasi kuota berjalan otomatis ketika pelanggan memperpanjang paket sebelum masa aktif berakhir. Telkomsel menyebut tidak ada batas maksimal akumulasi maupun masa simpan, dan kuota lama akan menyatu dengan kuota baru tanpa pemisahan.
Kehadiran fitur ini tak lepas dari meningkatnya perhatian publik terhadap praktik penghangusan kuota internet.
Sebelumnya, pasangan suami istri Didi Supandi dan Wahyu Triana Sari menggugat aturan kuota hangus operator seluler ke Mahkamah Konstitusi. Keduanya, yang bekerja sebagai pengemudi dan pedagang daring, menilai sistem kuota hangus merugikan konsumen, terutama pekerja digital yang sangat bergantung pada koneksi internet.
Gugatan tersebut menguji Pasal 71 angka 2 UU Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja yang mengubah ketentuan dalam UU Telekomunikasi. Perkara ini memantik diskusi lebih luas mengenai keadilan konsumsi layanan digital di Indonesia.
Di tengah dinamika regulasi dan tuntutan konsumen, fitur akumulasi kuota menjadi salah satu pendekatan yang dinilai lebih adaptif terhadap kebutuhan pengguna internet saat ini, meski efektivitasnya tetap bergantung pada pilihan paket dan pola pemakaian masing-masing pelanggan.

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
Prediksi Susunan Pemain Timnas Ekuador vs Curacao: Alan Franco Sudah Lupakan Kekalahan di Laga Perdana
