
Kawasan hutan yang terlihat berwarna cokelat yang diduga masuk wilayah Kecamatan Payung Sekaki, Kabupaten Solok, Sumbar. (X/@AzePutra91219)
JawaPos.com - Penyebab bencana alam yang melanda Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) diduga bukan hanya cuaca ekstrem, ada kerusakan lingkungan yang dinilai turut andil hingga menyebabkan 3 provinsi tersebut porak-poranda. Belakangan netizen membagikan potret kerusakan hutan di beberapa titik dengan sumber Google Maps.
Salah satu yang viral adalah unggahan pada akun X @FiinaDu. Pada 29 November lalu, pemilik akun tersebut membuat unggahan yang menunjukkan kerusakan hutan di wilayah Kabupaten Sijunjung, Sumbar. Dalam unggahannya dia tampak tidak percaya lantaran hutan seluas itu menjadi gundul. Pada unggahan itu juga disertakan potret kawasan hutan yang dia maksud.
”Seluas ini kawasan hutan dirusak, kalian ngapain? Silakan search di Google Maps, ini di Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat,” tulis pemilik akun tersebut.
Sampai hari ini (9/12), sudah lebih dari 4,2 juta pengguna X melihat unggahan tersebut. Tidak hanya dilihat, ribuan warganet turut berkomentar pada unggahan itu. Beberapa mereply dengan menyertakan potret kerusakan hutan di berbagai titik. Salah satunya pemilik akun @AzePutra9129. Dia menunjukkan kerusakan hutan di wilayah Solok.
Persisnya pada salah satu sungai yang berada di kawasan hutan itu masuk wilayah Kecamatan Payung Sekaki, Kabupaten Solok, Sumbar. Pada unggahan itu dia membandingkan potret kondisi sungai tersebut pada 2023 dengan kondisi terkini pada 2025. Unggahan itu dibuat dengan menandai akun @vascoruseimy dan akun @jonpandu, wakil gubernur Sumbar dan bupati Solok.
”Sungai di daerah Kecamatan Payung Sekaki, Kabupaten Solok mulai terlihat keruh akibat aktivitas penambangan ilegal. Terlihat perbedaan yang jelas dibanding gambar tahun 2023,” tulisnya.
Atas unggahan tersebut, JawaPos.com sudah mencoba meminta penjelasan dan konfirmasi dari Bupati Solok Jon Firman Pandu. Melalui nomor teleponnya, redaksi sudah menyampaikan beberapa pertanyaan. Namun demikian, sampai berita ini dibuat, tidak ada respons dan jawaban atas pertanyaan yang sudah diajukan berkaitan dengan kondisi sungai di Kecamatan Payung Sekaki.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
