
Karnaval mengisi rangkaian kegiatan Selasa Wagen di Malioboro, Jogjakarta, Selasa (12/7) malam. Luqman Hakim/Antara
JawaPos.com–Pemerintah Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) kembali menggelar kegiatan seni-budaya Selasa Wagen setelah dua tahun berhenti karena pandemi Covid-19. Kegiatan itu dilaksanakan di sepanjang kawasan Malioboro, Kota Jogjakarta.
”Selasa (12/7) ini, kita memulai aktivitas yang dulu pernah kita lakukan setiap Selasa Wage dan sempat terhenti beberapa saat karena pandemi,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) DIJ Kadarmanta Baskara Aji seperti dilansir dari Antara saat membuka pertunjukan dan pameran 11 Desa Budaya DIJ sebagai awal rangkaian kegiatan Selasa Wagen di Jogjakarta, Selasa (12/7).
Selasa Wagen, menurut Aji, merupakan transformasi dari kegiatan bersih-bersih para pedagang kaki lima (PKL) Malioboro menjadi kegiatan rutin untuk melestarikan, mengembangkan, serta memajukan seni-budaya di DIJ. Kegiatan tersebut rencananya terus dilakukan setiap selapan hari atau 35 hari sekali dengan mempertimbangkan kasus penularan Covid-19 yang kian melandai.
”Sementara ini sudah aman. Mudah-mudahan tidak ada perkembangan (kasus Covid-19) lagi,” tutur Kadarmanta Baskara Aji.
Sejumlah pertunjukan seni-budaya tradisional hingga kontemporer menghibur wisatawan yang berlalu lalang di kawasan sentra wisata belanja di Jogjakarta itu sejak pukul 15.30 WIB hingga malam hari. Sejumlah panggung pertunjukan menyebar di sepanjang kawasan Malioboro mulai dari depan Gedung BPD DIJ hingga eks Gedung KONI.
Kepala Dinas Kebudayaan DIJ Dian Lakshmi Pratiwi menjelaskan, beragam kegiatan yang disajikan untuk pengunjung selama kegiatan Selasa Wagen di Malioboro tidak sekadar dalam bentuk pementasan seni. Ada workshop batik ecoprint, workshop aksara Jawa, hingga karnaval busana tradisional.
Untuk kegiatan Selasa Wagen pada bulan-bulan berikutnya, Dian membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin menyuguhkan penampilan seni dan budaya di Malioboro. Mereka akan lebih dulu diseleksi tim kurasi yang disiapkan Pemda DIJ bersama Pemkot Jogjakarta.
”Kami ada tim kurasi dari DIJ dan Kota Jogjakarta yang akan memilih dan memilah mana saja yang bisa dipilih. Tidak kemudian serentak bisa tampil, tidak,” terang Dian Lakshmi Pratiwi.
Dia memastikan tidak akan membatasi genre atau ragam kegiatan seni dan budaya yang bakal ditampilkan. ”Semua varian seni, semua aktivitas budaya yang penting kami punya datanya dulu kemudian nanti ada tim kurator yang mengatur,” papar Dian Lakshmi Pratiwi.
Seorang wisatawan asal Bandung, Jawa Barat, Audi, 54, mengaku senang kegiatan Selasa Wagen di Malioboro digelar kembali. Menurut dia, salah satu event wisata di Kota Jogjakarta itu pernah dia ikuti sebelum pandemi.
”Bagus, semarak lagi, hidup lagi Kota Jogjakarta. Jadi nguri-uri (merawat) budaya lagi,” ucap Audi yang datang bersama suaminya.

Daftar Pemain Timnas Argentina dan Aljazair di Grup J Piala Dunia 2026
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Daftar Pemain Inggris dan Kroasia di Grup L Piala Dunia 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Daftar Pemain Swedia dan Tunisia di Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Jerman vs Curacao di Piala Dunia 2026: Der Panzer Siap Menggila di Laga Perdana
MUI Minta Pelaku dan Pengkampanye LGBTQ Bisa Dipidana, Lebih Berat dari Pasal Perzinaan
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Prediksi Skor Haiti vs Skotlandia di Piala Dunia 2026: The Tartan Army Bisa Menang Besar!
