Kamis, 17 Aug 2017
baliexpress
Bali Under The Moon

Chichi Anggraeni: Ada Kepuasan Tersendiri Saat Memainkan Musik Elektro

Sabtu, 12 Aug 2017 18:57 | editor : I Putu Suyatra

Chichi Anggraeni

Chichi Anggraeni (ISTIMEWA)

BALI EXPRESS, KUTA - Tidak hanya nge-dance, ternyata bakat perempuan cantik yang kian moncer di panggung hiburan ini,  juga lihai dalam seni bermusik. Pemilik nama lengkap Chichi Anggraeni Miranova tersebut tergolong gadis muda yang multitalenta.

Dia pun terlihat ‘garang’ di balik turning table (turntable) memadukan lagu dalam story line musik elektronik yang dimainkan. Hal itu pun bisa terlihat dan ia buktikan kala tampil di atas panggung Vi Ai Pi Club beberapa waktu lalu. 
Female Disc Jockey (DJ) Chichi yang juga akrab disapa ini memang kian jadi ‘buah bibir’ perbincangan hangat di antara kalangan party people Bali. Kiprahnya di dunia musik Elektronil Dance Musik (EDM) memang belum terbilang lama. Sejak tahun 2016 lalu, Chichi sudah menggeluti panggung dunia hiburan malam untuk menghibur crowd yang ada di club Bali. Semua itu berkat keuletannya untuk mengasah bakat yang dimiliki. “Saya memang menyukai musik sejak kecil. Apalagi saya yang basicnya sebagai dancer, pasti tidak lari jauh dengan musik juga,” tuturnya.
“Nah, alasan itu juga yang mendorong saya untuk belajar dan mulai berani tampil sebagai female DJ sejak 1 tahun lalu. Saya belajar DJ pertama kali di Shadytronic Bali selama kurang dari 1 bulanan. Guru saya salah satu DJ ternama yaitu Paul Rank. Kemudian saya pernah kursus DJ di Jakarta (cilegon) juga, selama 1 bulan. Selebihnya, saya latihan sendiri,” lanjut Chichi bercerita. Anak ketiga dari pasangan suami-istri, I Ketut Artawan Imamat dan Elnace Nggaluku ini mengaku sudah menampung banyak niat serta keinginannya untuk bisa menjadi seorang female DJ handal sejak lama. “Bahkan sekarang ini, saya merasa ada kepuasan tersendiri ketika tampil menyuguhkan musik elektro dihadapan banyak orang,” tuturnya.  
Untuk bisa menguasai teknik hingga lihai memainkan controller DJ pun memang tidaklah mudah. Pertama-tama yang dibutuhkan adalah niat untuk ingin belajar. Sama halnya yang diungkapkan Chichi. Ia mengku, motifasi untuk terjun hingga konsisten dengan profesi DJ adalah dari kemauan dan niat yang besar. “Sebenarnya kalau dibilang belajar DJ itu susah sih, engga ya. Kalau memang ada kemauan dan niat pasti bisa untuk menguasai. Tidak ada yg tidak mungkin. Itulah yang menjadi motivasi saya untuk bisa menjadi DJ,” punkasnya. Apalagi melihat perkembangan dunia musik elektronik yang mampu membawa para pelakunya untuk bisa menjadi profesi, memang semakin banyak dibutuhkan. “Ya kalau ditanya apakah nyaman? Pastinya nyaman banget. Apa pun pekerjaan itu harus kita cintai. Dan bersikap propesinal aja. Apalagi kerja dengan hobi yang dibayar dan bisa menghasilkan,” ujar Chichi sambil tertawa.
Berkat kelihaiannya itu, wanita kelahiran Tolai, 9 maret 1993 ini sudah melanglang buana menghibur para penikmat dunia hiburan malam di berbagai kota. Diantaranya D’Rock Tenggarong, Merpati cilegon, dan Mitra Samarinda. Tapi jangan dianggap enteng dulu, karena menjadi seorang female DJ pun memiliki tantangan. Ya, harus bisa tahan banting dengan cibiran atau stigma negatif sebagain masyarakat tentang seorang DJ. Bahkan, seorang female DJ yang kerap jadi pusat perhatiam kaum lelaki di tengah ingar-bingar gemerlapnya malam, harus lebih hati-hati dan menjaga diri. Karena sekali salah melangkah, ya akan sirna. Masalah itu pun tentu bukanlah suatu hal yang lumrah terjadi pada seorang female DJ.   
“Bahkan saya sering dirayu lelaki, dan itu sudah resiko menjadi DJ, banyak lelaki hidung belang yang bersandiwara atau merayu itu sudah biasa di dunia malam. Menyikapinya ya harus tenang dan menolak dengan cara yang baik saja,”jelas gadis manis yang sudah jatuh hati dengan genre musik EDM, Jungle, Dutch, Breakbeat, Psytrenz, dan Techno ini. Terkait pandangnnya terhadap para  female DJ yang marak tampil dengan bermodalkan paras dan keseksiannya, Chichi mengaku untuk tidak memperdulikannya. Karena masing-masing punya style tersendiri. Chichi pun mengaku tampil cantik itu memang sudah seharusnya dilakukan oleh seorang wanita yang bergelut di dunia entertainment. Hanya saja, seorang female DJ itu harus bisa lebih memperlihatkan skill serta kemampuannya saat tampil. “Tentu tampil cantik itu pasti ya, untuk memikat tamu yang akan datang. Tetapi yang di lihat itu cara bermain musik, bagus atau tidak. kalau modal cantik dan sexy itu nomor dua dulu, yang teepenting skill lebih diutamakan,” tutupnya. 

(bx/vir/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia