Rabu, 26 Jul 2017
baliexpress
Enjoy Bali

Sanur Mostly Jazz Festival Tampilkan Surya Sewana

Senin, 17 Jul 2017 21:05 | editor : I Putu Suyatra

DOA SEMESTA: Saat mahatari terbit musik dimainkan. Sanur Mostly Jazz Festival, mempersembahyang musik dengan tema Surya Sewana. Doa saat matahari terbit untuk kedamaian alam semesta.

DOA SEMESTA: Saat mahatari terbit musik dimainkan. Sanur Mostly Jazz Festival, mempersembahyang musik dengan tema Surya Sewana. Doa saat matahari terbit untuk kedamaian alam semesta. (AGUS YULIAWAN/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, SANUR – Sanur Mostly Jazz Festival pada hari terkahir, Minggu (16/7) kemarin menampilkan pertunjukan yang baru pertama kali digelar yakni menjelang matahari terbit di kawasan Pantai Sanur persis didepan Griya Santrian Resort.

Musisi Indra Lesmana yang juga penggagas festival ini mengangkat judul ‘Surya Sewana’ yang didukung 10 musisi lain di antaranya,  Indra Lesmana  (Piano, Keaboard), Indra Gupta (Bass), Sandy Winarta (Drums, Cymbals), Dewa Budjana (Guitar), Subandi (Gamelan 1), Made soplo (Gamelan 2), Gung Adhi (Gamelan 3), Emon bandy (Gamelan 4), Ngurah evo (Gamelan 5) Pacet (Gamelan 6), Christie (Sequencer) dan Tina (Vocal).

Indra Lesmana menjelaskan, Ritual Surya Sewana identik dilakukan oleh para Dwijati (orang yang lahir dua kali yakni pertama lahir dari rahim seorang Ibu, kedua lahir dari rahim ajaran kitab suci Weda). Ritual ini semata-mata dilakukan demi kerahayuan jagat, baik alam mikro maupun alam semesta. Sangat mulia tugas para sulinggih ini. Tiap pagi mereka mendoakan alam semesta beserta isinya agar senatiasa damai, sentosa.

Pertunjukan dimulai tepat pukul 06.00 diawali dengan denting genta disusul gema Puja Trisandya. Ketika puja pagi menyongsong matahari itu berakhir, Indra merangkainya dengan nada-nada pentatonis dari grand piano yang ia mainkan yang disusul instrumen lainnya. 

Melodi pada komposisi ini seolah melebur dengan suasana pantai yang pagi itu terasa segar dan cerah. Namun, perpaduan itu justru memberikan vibrasi spiritual, terlebih lagi ketika empat penari dengan dupa di tangan menari seiring ritmik lagu. 

Pada lagu keempat, ratusan penonton yang sebagian mengaku ‘terpaksa’ bangun pagi untuk menonton konser ini disuguhi mahakarya Tuhan yakni merekahnya sinar matahari di sela-sela mega berarak di cakrawala. Pemandangan yang indah itu pun seakan menyempurnakan komposisi ‘Surya Sewana’ yang tediri lima lagu dan berdurasi 50 menit itu.

Indra Lesmana mengaku pada saat seperti itu dirinya sangat kecil dibanding mahakarya Tuhan yang membentang di semesta ini. Kesadaran seperti itu yang dari hari ke hari membuatnya selalu bersyukur dan menjadi spirit melakoni kerja kreatif di bidang musik. 

Tentang festival perdana ini, menurut evaluasi awal Indra, sangat mengesankan dan penyelenggaraannya memenuhi estimasi awal. Animo penonton yang sebagian besar wisatawan mancanegara, juga melebihi target. “Apalagi dukungan para musisi yang menambah kami bersemangat untuk menjadikan festival ini sebagai agenda tahunan,” ujar Indra.   

Pemilik Griya Santrian Ida Bagus Gde Sidharta Putra (Gusde) yang ikut mengaggas acara ini mengatakan puas atas pertunjukan jazz selama tiga hari ini yang merupakan bagian dari Sanur Village Festival (SVF) yang digelar Agustus mendatang. Apalagi pada Sabtu malam kapasitas 460 kursi yang tersedia terisi penuh.

Selama tiga hari festival yang disiarkan live streaming itu menampilkan musisi Koko Harsoe Trio, Balawan, Yuri Mahatma feat Nancy Ponto, Dewa Budjana Zentuary dan ditutup Idang Rasjidi feat Nesia Ardi. Sedangkan di hari kedua Sandy Winarta Trio, Tohpati, Ito Kurdhi Chemistry, Sandhy Sondoro, Oele Pattiselanno Trio feat Margie Segers.

Sedangkan pertunjukan Minggu pagi seusai ‘Surya Sewana’ menghadirkan Mostly Jazz brunch & jam session featuring Nada dan Dodot Trio. “Penampilan Nada mengundang decak kagum penonton, karena penyanyi 6 tahun itu membawakan lagu-lagu jazz standar yang biasanya dinyayikan orang dewasa,” tutup Gusde. 

(bx/gus /art/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia