
Audrey Tjahjono, memotret kehidupan dengan empati dan kejujuran. (Dok/Audrey Tjahjono)
JawaPos.com-Orang bilang, New York adalah kota yang tak pernah terlelap. Selalu ada kesibukan dan hiruk-pikuk setiap waktu. Di kota berjuluk Big Apple itulah, Audrey Tjahjono menemukan caranya sendiri untuk merangkai cerita. Bukan hanya lewat data yang ia analisis setiap hari, tetapi juga melalui foto yang menangkap emosi manusia di baliknya.
Di balik layar komputernya, tempat ia menelusuri perilaku konsumen, selalu ada kamera yang menemaninya. Ia jadi saksi bisu perjalanan hidup Audrey yang perlahan mengubah angka menjadi kisah, dan analisis menjadi seni melukis dengan cahaya.
Audrey, perempuan asal Surabaya yang kini menetap di Queens, New York, itu, mengawali kariernya sebagai analis e-commerce di salah satu agensi digital terbesar di Negeri Paman Sam. Setiap hari, ia mempelajari kampanye iklan, strategi pemasaran, dan perilaku belanja konsumen.
Namun, di sela-sela pekerjaannya, muncul dorongan untuk merekam kehidupan dengan cara yang lebih manusiawi. “Data bisa menjelaskan apa yang terjadi, tapi foto bisa menunjukkan mengapa hal itu penting,” katanya.
Dari hobi akhir pekan, fotografi berkembang menjadi bisnis profesional yang kini melayani klien di berbagai kota, mulai dari New York, Boston, San Francisco, hingga Cleveland. Lewat pendekatan dokumenter yang jujur, Audrey mengabadikan momen keluarga, pernikahan intim, hingga potret kehidupan sehari-hari. “Saya tidak mencari pose yang sempurna. Saya mencari perasaan yang jujur. Derai tawa, keheningan, hal-hal kecil yang terasa nyata,” urainya.
Filosofi itu melahirkan proyek pribadi bertajuk “Threads of Time”, sebuah inisiatif dokumenter yang merekam kisah para warga senior di New York melalui foto dan wawancara.
Proyek yang dimulainya pada 2023 ini menjadi bentuk penghormatan terhadap memori dan warisan hidup yang sering luput dari perhatian publik. “Setiap keriput punya cerita. Dan setiap cerita pantas diingat," tulis Audrey dalam catatan proyek pribadinya tersebut.
Karya dan perjalanan Audrey telah menarik perhatian berbagai media, baik di Amerika maupun di Tanah Air. Namanya muncul dalam liputan Associated Press (AP), Bloomberg News, ABC News, hingga Access Hollywood.
Selain berkarier di bidang fotografi, Audrey aktif dalam komunitas seni dan sosial. Ia tergabung dalam Park West Camera Club di Manhattan, serta menjadi fotografer sukarela bagi organisasi nirlaba seperti Catholic Charities dan Bowery Residents’ Committee (BRC), yang membantu masyarakat tunawisma di New York.
“Bagi saya, fotografi bukan hanya soal estetika, tapi soal empati,” ungkapnya. “Saya ingin karya saya menjadi jembatan antara generasi, antara budaya, antara data dan perasaan.”
Dari Kota Pahlawan hingga New York, perjalanan Audrey Tjahjono membuktikan bahwa keberanian untuk menjembatani dua dunia yang tampaknya tak berhubungan dapat menumbuhkan karya yang melampaui batas profesi dan budaya. (*)

Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Duel Hidup dan Mati Siapa Lolos dari Grup J
Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs Uzbekistan: Ruben Dias Siap Hadapi Tim Bertahan
Viral! Pengakuan BEM FH UBK Usai Temui Gibran, Ngaku Terima Uang hingga Minta Maaf ke Mahasiswa
Penampakan Wajah Wanita yang Menipu Tantri Kotak dkk dengan Kerugian Mencapai Rp 10 Miliar
Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Laga Hidup-Mati, Siapa Bertahan dari Jurang Eliminasi?
Prediksi Skor Kolombia vs RD Kongo di Piala Dunia 2026: Daniel Munoz Motor Serangan Los Cafeteros
Prediksi Skor Panama vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Luka Modric Berburu Poin Pertama
Prediksi Skor Argentina vs Austria di Piala Dunia 2026: Menantikan Sihir Lionel Messi Hadapi Das Team
Prediksi Skor Prancis vs Irak di Piala Dunia 2026: Kylian Mbappe Siap Mengamuk Kalahkan Singa Mesopotamia
